Kontrol 3 hari berikutnya, dokter nanya. "Masih mau nunggu apa nggak nih?". Wew, aku sama suami pandang-pandangan. Pasalnya kita udah ngobrol di rumah sebelumnya, dan berhubung suami udah nggak sabar akhirnya kita minta dipercepat aja. "Tapi besok aja ya, dok." Selain karena belum siap-siap, besok juga ternyata tanggal cantik. wakaka.. Dasar kita norak ya.
Eh tapi ternyata bukan cuma aku sama suami loh yg norak. Besoknya di rumah sakitaku diCTG lagi. Hasilnya sama, masih oke. Kemudian dipasanglah infus setelah aku ganti baju. Infus berisi cairan yang ditambahin obat untuk merangsang mules. Ini yang disebut induksi. Selama induksi, aku sama suami masih ngobrol ketawa-ketawa sambil nonton tv. Ternyata siaran di tv isinya tentang orang-orang yang ngelahirin di hari itu. Mentang-mentang tanggal cantik.
Tapi seiring waktu, mulesku emang mulai muncul agak sering, cuma nggak lama. Suamiku yang kasian, karena nungguin di kursi dan nggak bisa tiduran. Sedangkan aku masih sempet-sempetnya tidur. Sampe bidannya bilang, "Nggak papa bu, nanti kalo udah mules nggak bisa tidur lagi." Hemm..
Sore-sore aku diperiksa dalam. Ternyata bukaannya masih satu dan masih jauuh kepalanya.Tapi kata dokter ditunggu lagi aja. Sampe jam 11 malem, dokter datang dan aku diperiksa lagi. Hah.. Rupanya nggak ada kemajuan. Akhirnya aku dan suami sepakat untuk operasi ajah.
Jadilah hampir tengah malam semua stafnya grusa grusu. Mulai dari dokter, perawat, bidan, petugas lab, dan anestesi siap-siap menyambut baby yg betah banget di perut ini. Demi dapet tanggal cantik. Haha.. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Baby O lahir di hari berikutnya, cuma lewat 5 menit. Dokter anaknya sempet bilang, "Sori ya bu, nggak bisa dapet tanggal cantik." Aku jawab, nggak apa-apa, yang penting sehat. Dalam hati aku bilang, mungkin anakku nggak mau sama kaya yang lain. hehe.. Dan memang bener, he is one of a kind.
Btw, ternyata baby O beratnya super besar. Lebih dari bayi normal dan ada lilitan tali pusat di lehernya. Pantesan betah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar